[CERPEN] IKHLAS
IKHLAS Dua pasangan berbalut pakaian putih nan indah kini berdiri di sebuah panggung mewah dengan hiasan bunga mawar berwarna putih dan merah. Senyum merekah menghiasi bibir mereka berdua sembari menyambut tamu yang terus berdatangan.. Jika di tanya perihal rasa ikhlas mungkin adalah sebuah pasrah tanpa alasan. Merelakan dengan amat sangat tulus dengan senyuman. Jika bukan karena pertemuan saat itu mungkin aku tidak ada disini. Ya, saat itu. 29 Mei 2022. Di balik kaca jendela, aku memandang lamat rinai hujan yang perlahan semakin berjatuhan. Sementara kopi yang kupesan masih mengepulkan uap panas dengan harum khasnya yang menguar masuk ke indra penciumanku. Di luar sana, aku memperhatikan manusia yang berlalu lalang berlari menghindari hujan yang semakin deras. Sementara sebagiannya lagi membuka payung yang sedari tadi sudah mereka persiapkan. Mungkin mengerti bahasa langit yang sudah memberi aba-aba terlebih dahulu . Lucu memang. Menghindari hujan yang hanya sebatas air na...